Jumat, 27 Desember 2019

BERTEPUK SEBELAH TANGAN (Sholawat Hadroh)

Indonesia merupakan negara yang kaya akan budaya dan tradisi. Para wali songo menyebarkan agama Islam di Nusantara juga melalui budaya, di antaranya adalah seni musik.
     Masih ingatkah? Bahwa Sunan Bonang memanfaatkan genre music tradisional untuk media dalam berdakwah hingga agama Islam tersebar dan berkembang di seluruh penjuru Nusantara. 
     Lambat laun jenis musik di Nusantara semakin banyak, mulai dari keroncong, hadroh, dangdut, hip hop, rock dan seterusnya.
     19 Desember 2019 merupakan hari diadakannya sebuah event menarik, yaitu festival sholawat tingkat SMP/MTs se-karesidenan Kediri di SMKN 2 TRENGGALEK. 

Pukul 10.30 WIB kami bersama rombongan group sholawat putra dan putri dari SMP Al Hikmah Melathen berangkat menuju lokasi perlombaan. Sekali lagi genre musik sangat variatif. Hadroh yang di lombakan ini bebas aliran genrenya, yang penting non electric.
     Selama 1 jam perjalanan tibalah kami di mulut gerbang SMKN 2 TRENGGALEK, panitia yang sopan, berseragam rapi pun menyambut kedatangan kami dengan penuh senyum manis dan sopan santun. Berbagai administrasi pendaftaran telah kami selesaikan. Acara perlombaan belum di mulai, di situlah terdapat sedikit waktu untuk kami berlatih lagi.
Latihan sebelum naik ke atas panggung (behind the scene)

     Pengumuman dari panitia telah di kumandangkan, bahwa perlombaan akan segera di mulai. Ternyata oh ternyata, kami lah satu-satunya genre musik yang berbeda, yaitu Al-Banjari sedangkan peserta yang lain beraliran jenis musik sholawat Al-Habsyi. Tapi tidak apa-apa lah, memang perbedaan itu indah.
     Perlombaan di mulai, tibalah giliran no. undian kami untuk menampilkan aksi di depan juri dan penonton. Yang pertama tampil dari group kami adalah group putra bernama BADI'UZ ZAMAN. Alhamdulillah wal khasil cukup memuaskan. Sorak gemuruh di sajikan oleh penonton untuk group kami.
     Selang beberapa waktu, panggilan untuk group kami putri bernama NUZULA. Kali ini juga tetap menjadi group paling beda dengan yang lainnya, seluruh personilnya adalah putri semua. Selain mereka pintar membuat sambal, tapi ternyata jagoan juga dalam hal seni musik. Alhamdulillah hasilnya pun tampil memuaskan.
Foto-foto di Alun-alun Trenggalek setelah perlombaan selesai
Kalah menang sudah biasa dalam suatu perlombaan, alhamdulillah dua group kami salah satunya menyabet juara 1 yang di harapkan. Tanpa merasa minder, ternyata mereka lebih geram lagi untuk giat berlatih pada event-event perlombaan selanjutnya.
     Perjuangan tidak akan pernah mengkhianati hasil, mindset is do'a ternyata benar. Semakin sengsara kita berlatih maka akan semakin bahagia dalam memetik hasilnya. Selamat berjuang kawan-kawan.
         Pepatah Jawa mengatakan bahwa padi itu semakin tua semakin merunduk. Begitupun kita, tetaplah rendah hati dan tidak sombong. Sukses untuk kalian...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

GAWAI BERDURI

  Awalnya saya memang tertarik dengan tema diklat pada hari ini, yaitu menulis itu mudah. Ternyata memang mudah, mudah untuk ditunda, mudah ...